
Bantul – Dosen Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan topik Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penurunan Stunting Melalui Peningkatan Kompetensi Kader, Penggunaan Alat Antropometri dan Pembuatan E-Stuntcare Tumbuh Kembang Anak di Posyandu Balita Anyelir 2 Maguwo-Tegal Kopen Banguntapan.
Kegiatan ini merupakan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.

Program pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan kolaborasi antara dosen Unjaya yaitu Dr. Ida Nursanti, S.Kep., Ns., MPH (S-1 Prodi Keperawatan), Ika Fitria Ayuningtyas, S.Si.T., M.Kes. (D-3 Prodi Kebidanan), dan Murwani Eko Astuti, S.E., M.B.A. (S-1 Prodi Manajemen) dengan mitra kerja sama Posyandu Balita Anyelir 2 Maguwo-Tegal Kopen Banguntapan.

Nursanti menuturkan, kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam penggunaan alat antropometri dan penggunaan e-stuntcare tumbuh kembang anak. Selain itu, kegiatan untuk ini untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan yaitu: 1) Baseline & Pemantapan Kelembagaan; 2) Pelatihan Kompetensi Kader Pencegahan Stunting; 3) Pelatihan Penggunaan Alat Antropometri Standar; 4) Implementasi & Pendampingan Penggunaan Alat Antropometri; 5) Pengembangan & Pelatihan Sistem Digital e-StuntCare; 6) Integrasi Pengukuran Antropometri dengan e-StuntCare; 7) Edukasi Masyarakat & Intervensi Balita Risiko; 8) Evaluasi, Pelaporan & Rencana Keberlanjutan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penurunan Stunting Melalui Peningkatan Kompetensi Kader, Penggunaan Alat Antropometri, dan Pembuatan E-StuntCare Tumbuh Kembang Anak telah terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kader posyandu. Pelaksanaan kegiatan yang meliputi edukasi mengenai stunting, pelatihan pengukuran antropometri sesuai standar, praktik penggunaan alat antropometri, serta pengembangan dan pemanfaatan media digital E-StuntCare mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri kader dalam melaksanakan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Peningkatan kompetensi kader diharapkan dapat meningkatkan akurasi deteksi dini masalah gizi, khususnya stunting, sehingga proses skrining, pencatatan, pelaporan, dan tindak lanjut dapat dilakukan secara lebih efektif.

Kehadiran E-StuntCare Tumbuh Kembang Anak juga menjadi inovasi yang mendukung digitalisasi layanan posyandu melalui penyediaan informasi, dokumentasi hasil pemantauan, serta media edukasi bagi kader dan orang tua. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader yang dipadukan dengan peningkatan kompetensi teknis, penggunaan alat antropometri yang terstandar, serta pemanfaatan teknologi digital merupakan strategi yang efektif dalam memperkuat pelayanan posyandu dan mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat masyarakat. Keberlanjutan program melalui pendampingan, monitoring, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, pemerintah desa, dan kader posyandu sangat diperlukan agar manfaat program dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak

Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari antusiasme dan kerjasama yang baik antara dosen, mahasiswa dan para peserta. Kegiatan yang berlangsung lancar ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kader posyandu Balita Anyelir 2 Maguwo-Tegal Kopen Banguntapan Bantul Yogyakarta. Pengabdi mengucapakan terimakasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta yang telah memberikan dukungan kepada pengabdi. Selain itu pengabdi ucapkan terimakasih kepada Posyandu Balita Anyelir 2 Maguwo Banguntapan Bantul yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada pengabdi dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan demikian, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan kader Posyandu memiliki kompetensi yang semakin baik dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, menggunakan alat antropometri secara tepat sesuai standar, serta memanfaatkan aplikasi E-StuntCare sebagai media pencatatan dan pemantauan yang lebih efektif. Sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan upaya percepatan penurunan stunting yang berkelanjutan. Besar harapan agar ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dapat terus diterapkan dan dikembangkan sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.